Distransnaker Kukar Target 1.200 Warga Tiap Tahun Terima Pelatihan Siap Kerja

Distransnaker Kukar Target 1.200 Warga  Tiap Tahun Terima Pelatihan Siap Kerja

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan pada tahun 2022 ini, pihaknya akan memberikan pelatihan kepada 1.200 orang yang ada di wilayah Kukar. 


Hal ini sesuai dengan program dedikasi Bupati Kukar Edi Damansyah yakni Kukar Siap Kerja. Pihaknya berkomitmen untuk terus mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Kukar dan secara bertahap untuk mencetak tenaga kerja yang memiliki kualitas. 


Kepala Distransnaker Kukar, Achmad Hardi Dwi Putra, mengatakan, untuk tahun 2022 Distransnaker telah mendapat anggaran sebesar Rp 5,5 Miliar yakni memang diperuntukkan untuk memberikan pelatihan kepada warga. 


Dijelaskan lebih lanjut, rencananya sebanyak 300 warga Kukar yang akan mendapatkan pelatihan di bidang pertambangan, mulai dari seperti pelatihan operator alat berat dan mekanik alat berat. Kemudian untuk 180 orang akan diberikan perluasan pelatihan, misalnya seperti pelatihan menjahit maupun tata boga. 


"Ini bagian dari mendukung visi misi Kukar idaman, targetnya 1.200 orang pertahun yang harus mendapatkan pelatihan," kata Hardi, Selasa (3/10/2022) kemarin. 


Walaupun dengan dana terbatas, dikatakan Hardi, Distransnaker telah melakukan kerjasama dengan sejumlah pihak seperti perusahaan pertambangan di Kecamatan Tenggarong Seberang, Muara Badak, Marang Kayu, Sangasanga dan Anggana. 


Hingga akhir bulan September 2022, Distransnaker Kukar mencatat sudah melatih 194 orang. Hasilnya, sebanyak 88 orang kini sudah bekerja, masuk dalam daftar panggilan 12 orang serta magang sebanyak 10 orang. Sedangkan yang belum bekerja sebanyak 44 orang dan sedang mengikuti pelatihan 40 orang.


Hadri menyebutkan, saat ini ada salah satu Desa yang berlokasi di Kecamatan Muara Jawa yakni Desa Handil Terusan mengalokasikan dana desa untuk melaksanakan pelatihan. Total ada sebanyak 20 orang yang telah mengikuti pelatihan mekanik alat berat. 


“Ada 8 orang kerja di Halmahera (Maluku Utara) hasil pelatihan kami,” lanjutnya.


Ia menegaskan, upaya untuk menurunkan angka pengangguran bukan hanya semata-mata tugas pemerintah daerah. Namun juga perlu peran dari pihak ketiga, contohnya sepertinya perusahaan yang beroperasi di Kukar. 


“Terbukti dengan adanya ada perusahan yang melakukan pelatihan di beberapa desa yang alokasikan dana desa untuk pelatihan,” tutupnya. (adv/dkom/kn1/rhi)