DPRD Kukar Dorong Percepatan Listrik PLN di Desa Kecamatan Muara Kaman
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Setelah puluhan tahun tidak merasakan aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), akhirnya Desa Tanjung Batuq Harapan, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar) akan segera menikmatinya.
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, Sopan Sopian, mengatakan, Desa Tanjung Batuq Harapan ini sudah terbentuk sejak 52 tahun silam, lebih tepatnya berdiri sejak tahun 1970. Sejak itu warganya hanya mengandalkan listrik melalui mesin diesel yang dioperasikan oleh pemerintah desa.
“Sejak desa ini berdiri, warga disini belum bisa menikmati listrik dari negara secara penuh, ” ucapnya.
Akhirnya masyarakat mengusulkan pembangunan jaringan listrik melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN). Adapun usulan mereka sampaikan pada saat kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MusrenbangDes) . Selanjutnya, DPRD Kukar pun bergerak melakukan koordinasi dengan PLN agar Desa Tanjung Batuq Harapan segera teraliri listrik. Setelah usulan itu dikawal oleh DPRD akhirnya akan terealisasikan dalam waktu dekat ini.
“Setelah mendengar penyampaian itu, DPRD langsung mengawal aspirasinya, dengan langsung berkoordinasi dengan PLN Rayon Kaltim. Agar listrik di desa terdekat seperti Desa Batuq yang sudah teraliri listrik PLN agar dialirkan sejauh dua kilometer menuju Desa Tanjung Batuq Harapan, ”
Hingga saat ini pembangunan jaringan listrik di Desa Tanjung Batuq Harapan mulai berproses dan rencananya ditargetkan selesai pada bulan Oktober bulan depan. Sopan juga berkomitmen untuk terus membantu mengusulkan pembangunan jaringan listrik di beberapa desa yang belum teraliri listrik hingga saat ini. Khususnya, desa-desa yang berada di hulu Mahakam. Seperti, Desa Lamin Telihan, Kecamatan Kenohan yang juga masuk dalam Dapilnya.
Diketahui, letak Desa Lamin Telihan ini memang berjauhan dari jaringan induk PLN, namun masih ada solusi lainnya agar desa ini dapat teraliri listrik secara penuh. Misalnya menggunakan listrik komunal. Oleh karena itu, warga bisa menikmati listrik yang memang menjadi kebutuhan dasar mereka.
“Warga sekarang memerlukan listrik minimal untuk penerangan dan memasak menggunakan rice cooker, walau terbatas listrik bisa dirasakan terbatas,” tutupnya. (adv/dprdkukar/kn1/rhi)
admin