Kahala Ceria, Inovasi Lokal Desa di Kukar yang Tembus Ajang Stunting Tingkat Nasional
Kukar, Kutai Kartanegara, Diskominfo Kukar, Stunting
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Desa Kahala menjadi salah satu desa yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang memiliki inovasi yang membanggakan dan bisa mengantarkan perubahan ke tingkat nasional mewakili Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Dengan inovasi yang diberi nama Kahala Ceria (Keluarga Kahala Cegah Stunting, Ibu dan Anak Sehat Bahagia), desa ini kini melangkah ke panggung nasional mewakili Provinsi Kalimantan Timur dalam Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Nasional 2026.
Inovasi ini mengoptimalkan potensi lokal yang ada di desa, yakni diantaranya pemanfaatan ikan sungai sebagai sumber makanan tambahan bergizi tinggi. Mendukung hal tersebut, inovasi ini diperkuat melalui pendirian Dapur Sehat Desa serta Program Seluang (Sentuhan Kasih untuk Keluarga Kurang Gizi). Selain itu pendekatan ramah anak diwujudkan melalui Posyandu Gembira dan Posyandu Kawasan juga ditingkatkan secara maksimal guna memberikan edukasi serta pemantauan keluarga sasaran secara berkelanjutan.
“Dilakukan secara terpadu, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak usia 0–59 bulan, pemeriksaan ibu hamil, pemberian tablet tambah darah remaja putri, hingga pendampingan keluarga berisiko," ujar Kepala Desa Kahala, Mahlan.
Dukungan lain dalam program ini juga dituangkan dalam bentuk kebijakan hukum, dengan menerbitkan Peraturan Desa Nomor 4 Tahun 2024 tentang Inovasi Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting. Dukungan finansial pun terus digelontorkan melalui APBDes. Pada tahun 2025, Desa Kahala mengalokasikan anggaran sebesar Rp104,98 juta. “ Di tahun 2026 kita naikkan menjadi Rp114,93 juta,” tambahnya.
Kinerja Kader Pembangunan Manusia (KPM) di lapangan turut diperkuat dengan pemanfaatan aplikasi eHDW untuk pendataan keluarga sasaran secara real-time dan presisi bersama tenaga kesehatan.
Lolosnya Desa Kahala dalam nominasi bergengsi ini tidak lepas dari pengawalan ketat alokasi anggaran penanganan stunting di tingkat desa yang terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Kukar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa Pemerintah Pusat bersama pemerintah daerah memang terus mengawasi komitmen penganggaran di setiap desa. Menurutnya, penanganan stunting merupakan program prioritas nasional yang wajib diakomodasi melalui Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa (ADD).
"Pemerintah pusat mengawal dan memonitor, betul kah desa sudah menganggarkan. Nah, bagi desa-desa yang baik, mulai dari proses perencanaan itu sudah terkawal, ada anggaran yang sudah dialokasikan, kemudian dilaksanakan, dan nanti berdampak pada penurunan stunting di desanya, desa itulah yang terpilih menjadi Desa Berkinerja Baik," tegas Arianto. (adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)
adminKN